
SEANGP.com (Jakarta) – Tim tangguh dan para pebalap kondang mewarnai kejuaraan FIA WEC 2026 sehingga laga sepanjang musim depan dipastikan berjalan ketat dan persaingam akan mendebarkan dalam perebutan podium dari satu laga ke laga lainnya.
Semua tim pada kompetisi 2025 – Alpine, Aston Martin, BMW, Cadillac, Corvette, Ferrari, Ford, Lexus, McLaren, Mercedes-AMG, Peugeot, Porsche dan Toyota akan ambil bagian tahun depan, ditambah Genesis, yang membawa merek Hyundai, salah satu pabrik mobil terkenal du dunia.
Pada kelas Hypercar, dilansir fiawec.com, akan turun Alpine, Aston Martin, BMW, Cadillac, Genesis, Peugeot dan Toyota, yang semua akan berusaha menumbangkan kekuasaan juara bertahan Ferrari, setelah Prancing Horse sapu bersih gelar pada musim ketiga bersama kendaraan 499P – mobil yang tak terkalahkan di Le Mans 24 Jam, yang akan jadi perhatian serius pengamat pada kejuaraan delapan putaran itu.
Hal sama pada penampilan Manthey di kelas LMGT3. Kekuatan daya kuda GT Jerman itu mendominasi dua musim kejuaraan, sejak kelas Pro/Am dikenalkan pada 2024. Mereka akan tampil lagi berjuang pada 2026 bersama Porsche 911 GT3 Rs, dalam usaha melakukan hatrik.
Para tim dan pebalap laga FIA WEC 2026. Sebagian pebalap belum tercantum namanya. (fiawec)
Untuk melakukan kemenangan itu, mereka akan mendapatkan tantangan hebat dari mobil pabrik lainnya, di antaranya Aston Martin, BMW, Corvette, Ferrari, Ford, Lexus, McLaren dan Mercedes-AMG – semua tim itu menunjukkan kepaiawaian mereka pada musim 2025, sehingga tidak dapat dipandang sebelah mata;
Mengomentari kejuaraan musim 2025, Presiden Automobile Club de l’Ouest (ACO), Pierre Fillon, mengatakan, melihat dari daftar peserta lomba, dipastikan persaingan akan semakin ketat.
“Dari daftar peserta pebalap dan tim yang akan bersaing pada laga FIA WEC 2026. Kelihatan pabrik dan pebalap yang akan tampil amat hebat. Di kelas Hypercar ada tujuh pebalap yang masing-masing pada delapan balapan 2025 sedangkan di kelas LMGT3 ada enam tim yang memenangi tiap lomba. Ini menunjukkan Tingkat persaingan amat ketat dan tiap tim lapar akan kemenangan,” kata Fillon.
“Kita akan memiliki hal baru atau kelanjutan kemajuan teknologi, olahraga dan ketahanan orang dan mesin di masa depan,” katanya.
Sedangkan Richard Mille, Presiden Komisi Lomba Ketahanan FIA, mengatakan, “Setelah menjalani masa lomba tahun lalu, maka pada FIA WEC 2026 akan kita lihat produk kerja keras di balik layar, sehingga levelnya amat menarik diamati.
“Semua yang terlibat baik pabrik mau pun pebalapnya akan menunjukkan kekuatan mereka. Ini menarik pula karena keikurtaan pebalap amatir yang cukup berambisi,” ujarnya.
Frédéric Lequien, CEO FIA World Endurance Championship, mengatakan, “Melihat susunan para peserta lomba, cuku membanggakan, apalagi dengan bertambahnya dua Genesis Hypercars. Kita akan menikmati laga paling hebat musim mendatang. Ini membuktikan semakin hebatnya laga jenis ketahanan ini.
Persaingan pada laga FIA WEC 2026 akan dimulai para putaran pertama di Qatar 1812km – pada 28 Maret, disusul putaran berikutnya di Imola (19 April), Spa-Francorchamps (9 Mei), Le Mans (13-14 Juni), Interlagos (12 Juli), COTA (6 September) dan Fuji (27 September), serta putaran pamungkas di Bahrain pada 7 November. (fiawec / arl)