
SEANGP.com (Jakarta) - Babak kualifikasi terakhir FIA World Endurance Championship (WEC) musim 2025 telah digelar. Sayangnya, Sean Gelael dan tim United Autosports 95 tidak mendapatkan kesempatan untuk unjuk gigi di babak Hyperpole kelas LMGT3 dan hanya start dari P12.
Pada sesi qualifying di mana hanya pebalap berkategori Bronze yang diizinkan tampil, Darren Leung menjalankan tugas yang diembannya. Dari 12 menit alokasi waktu yang disediakan, pebalap Inggris ini sebenarnya bisa selalu mampu ada di Top 10, syarat agar bisa lanjut ke babak Hyperpole.
Namun Leung pada akhirnya tak bisa berbuat banyak karena terhenti di dua posisi di luar sepuluh besar. Sean pun gagal memberikan andil, karena sebagai pebalap Silver yang diharuskan tampil di sesi Hyperpole dia tak bisa melakukannya.
Secara umum, mobil McLaren memang agak kewalahan untuk single lap (kualifikasi). Ini terbukti dari mobil United Autosports satu lagi, nomor 59, yang walau lolos ke Hyperpole tapi hanya mampu ada di posisi terakhir alias 10. Dengan demikian dua mobil tim asal Inggris ini hanya dipisahkan dua posisi start.
Yang menarik dari babak penentuan start kelas LMGT3 adalah, tiga tim yang secara realistis masih memiliki peluang jadi juara, Manthey 1st Phorm #92 (105 poin), Vista AF Corse #21 (94 poin), dan TF Sport #81 (81 poin) tidak melalui hari Jumat dengan baik. Ketiganya masing-masing start dari P17, P8, dan P14.
Memang, dalam balapan delapan jam posisi start bukanlah segalanya. Akan tetapi, tim-tim yang tak berebut gelar, seperti United Autosports 95, bisa ikut meramaikan perolehan poin para kandidat juara. Yang satu bisa diuntungkan, satu lagi bisa dirugikan.
Pole position kelas LMGT3 sendiri direbut oleh Akkodis ASP Team #78, diikuti oleh dua mobil tim Iron Lynx, nomor 60 dan 61. Ketiga tim ini sudah tak berpeluang jadi juara, bahkan dua mobil Iron Lynx ada di posisi dua terakhir klasemen. Namun tentu saja mereka ingin jadi pemenang pada race terakhir ini.
Berkaca dari FP1, FP2, dan FP3, kekuatan di kelas LMGT3 memang merata. Ada faktor Balance of Performance (BoP) yang membuat keseimbangan kemampuan benar-benar terjadi di Bahrain International Circuit.
Walau start dari P12 namun Sean, Darren, dan Marino Sato di United Autosports 95 berpotensi untuk masuk lima besar, atau bahkan podium bila kondisi lomba menguntungkan mereka. Kecepatan mereka,6 bila mengacu pada hasil latihan, berada pada level yang sama dengan tim-tim unggulan lain.
“Yang pasti kami ingin total di balapan terakhir ini. Semoga tak ada masalah apa pun jadi kami bisa membalap dengan normal. Bismillah,” ujar Sean, Brand Ambassador Pertamax Turbo.
Race terakhir FIA WEC 2025, 8 Hours of Bahrain, bisa disaksikan langsung melalui livestreaming di kanal youtube KUY Entertainment dan www.gelaelized.com pada Sabtu (8/11) dengan start pukul 18.00 WIB. Program ini adalah hasil kerja sama dengan KFC, Pertamax Turbo, Telkomsel, MIND ID, dan Bank Aladin Syariah. (arl/wto)