
Hanya dalam tempo 12 hari, Sean Gelael sudah berlaga lagi dan kali ini pasti amat Istimewa, karena ia akan menunjukkan kepiawaiannya di kendang sendiri, di depan para pendukungnya.
Sean bersama tim WRT pada 14 April 2026 berlaga di kejuaraan FIA WEC sebagai pembuka laga musim tahun ini di Sirkuit Imola. Kemudian pada 2-3 Mei 2026 ia membalap lagi di Sirkuit Internasional Mandalika Pertamina.
Dari Imola di Prancis, pebalap pro itu akan muncul di hadapan publiknya di Sirkuit Mandalika yang berlokasi di pinggir Pantai Selatan Lombok, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Jarak waktu perlombaan Sean dari Imola ke Mandalika hanya 12 hari, cukup bagi pebalap yang hobi bola basket dan berselancar air di Pantai ini untuk beristirahat.
Sebelumnya, Sean Gelael malah membalap di dua tempat berbeda, kejuaraan berbeda, mobil berbeda, hanya terpaut tujuh hari.
Pada 11 April 2026 Sean Gelael tampil dalam laga putaran pertama GTWCE (GT World Challenge Europe) di Sirkuit Paul Ricard, Perancis.
Kemudian pada 18 April 1026 ia harus turun lagi di Sirkuit Imola, Italia, pada laga Kejuaraan dunia ketahanan FIA WEC. Selang waktu 12 hari, Sean muncil lagi untuk pertama kalinya membalap di Mandalika.
Ayo ke Mandlika
Mandalika..kami datang. Demikian kira-kira seruan dari Sean Gelael.
Sirkuit Mandalika (Pertamina Mandalika International Street Circuit) diresmikan Presiden Joko Widodo pada Jumat 12 November 2021. Sirkuit ini mulai dibangun pada 2019, dengan panjang 4,31 km dan 17 tikungan.

Ilustrasi – Sirkuit Internasional Mandalika. (jagonya ayam)
Pebalap sportscar dan GT berpengalaman Sean Gelael, akhirnya, akan melakukan debutnya pada ajang GT World Challenge Asia (GTWCA) powered by AWS di sirkuit internasional itu pada 2 dan 3 Mei 2026.
Pebalap berusia 29 tahun tersebut hanya menjalani satu kali balapan di atas mobil Ferrari 296 GT3 Evo. Timnya? Tim asal Indonesia: Garage 75. Walau namanya 75, namun Sean memakai nomor mobil 50. Tim Garage 75 milik David Tjiptobiantoro tersebut punya reputasi bagus, karena pernah meraih gelar juara kelas Am.
Sean akan membalap sendirian di kelas Silver. Ini serupa dengan apa yang dilakukan oleh calon rivalnya di kelas tersebut, Akash Nandy. Pebalap Malaysia tersebut menggeber Lamborghini Huracan GT3 Evo 2.
Sean, berbekal dua kali runner-up dunia FIA WEC kelas LMP2, plus lima kemenangan, dan yang tak kalah mengesankan meraih double podium di 24H of Le Mans, juga masih berkompetisi di WEC. Dia kembali membela Team WRT BMW, namun sebelumnya pernah mengendarai Ferrari di ajang Asian Le Mans Series 2025/26.
Menariknya, pada kejuaraan lain yang Sean ikuti, GT World Challenge Europe, mobil yang digeber Sean sama: Ferrari 296 GT3 Evo.
Kesempatan pertama
Putaran GTWCA di Mandalika adalah kesempatan untuk kali pertama Sean membalap di Indonesia. “Saya senang akhirnya bisa membalap di Mandalika,” ujar Sean, Brand Ambassador Pertamax Turbo.
“Itu seperti kepingan terakhir dari sebuah puzzle. Sebelumnya saya sudah melakukan banyak hal di Mandalika, dari ikut naik motor saat inagurasi sirkuit, nonton balapan, menggeber mobil untuk hot lap, dan bahkan mengibarkan bendera finis!,” ujar Seanm ysng ttsmpil di Mandalika atas dukungan KFC Indonesia, Pertamax Turbo, Pertamina Fastron, dan Telkomsel.
Ia menambahkan, “ Namun saya belum pernah balapan secara kompetitif di sana melawan beberapa pebalap tangguh. Ini juga untuk kali pertama, selain reli, saya beradu cepat di depan penonton Indonesia tercinta. Jelas, itu akan jadi momen spesial bagi saya.”
Sesi latihan GTWCA di Mandalika secara resmi dimulai pada Kamis, 30 April sebelum persaingan terus memanas pada Jumat hingga dua balapan pada Sabtu dan Minggu.
Bagi para pendukung Sean dan penggemar balap mobil, ini merupakan kesempatan untuk menyaksikan langsung balapan Sean Gelael. Kita doakan kemenangannya dan mari kita berkunjung dan nonton ke Mandalika. (arl)