Sean Gelael dan WRT Kembali Pecahkan Telur di Fuji Raceway, Catatan AR. Loebis



Sean Gelael
bersama tim WRT pernah “memecahkan telur” di Fuji Raceway, Jepang, pada 2023 dan ia kembali  mengulangnya di tempat sama pada 2026 dalam laga dramatis dan mendebarkan.

“Laga tadi cukup dramatis,” itu komentar ayahanda Sean, Ricardo Gelael, ketika dihubungi usai lomba dan kepada media di Jepang ia menambahkan, penampilan Sean bersama teman setimnya amat fantastis pada laga Minggu (27/9/26) itu.

Perlu digarisbawahi, Sean Gelael bersama tim WRT 31 pun pernah naik podium P1 kategori LMP2 di lintasan di kaki Gunung Fuji itu, pada 2022, bersama rekannya Robin Frijns dan Rene Rast. Dalam laga 2026, Sean bersama WRT 32 didampingi Deren Leung (Inggris) dan Augusto Farfus (Brazil).


Sean Gelael naik podium di Fuji Speedway pada kejuaraan FIA WEC 2023. (jagonya ayam)

Ketika itu Sean memberikan komentar, “Saya bahagia karena tiga hal, menang di Bahrain, menang tiga kali secara total, dan khusus pribadi kembali jadi runner-up kelas LMP2.”

Pada laga awal tahun 2023 di Sebring, Sean bersama tim WRT 31 berada di posisi ketujuh, sedangkan di Portugal dan Le Mans podium sudah di depan mata tetapi kandas, sementara di di Sps-Franchorchamps dan Monza kemenangan sudah dipegang di satu tangan tetapi lenyap.


Sean Gelael ketika juara P1 pada 6 Hours of Fuji pada 2022. (mr)

Akhirnya istilah “pecah telur” itu muncul, karena Tim WRT 31 ya..pecah telur di Fuji Speedway, setelah naik podium 3 pada laga putaran keenam kejuaraan FIA WEC 2023, sementara pada lima putaran sebelumnya gagal kendati kemenangan sudah di depan mata.

Tentang podium yang diciptakan Sean Gelael, Robin Frinjs dan Ferdinand Habsburg di sirkuit di kaki Gunung Fuji di Shizouka pada 2023 itu, Ricardo Gelael, mengomentarinya dengan frasa perumpamaan.

“Ya akhirnya telur pecah tahun ini. Ya alhamdulillah.. lumayan lah,” kata Ricardo ketika itu.

Pecah telur? Ya, istilah itu memang tepat untuk apa yang dialami Tim WRT 31 pada musim lomba 2023. Lumayan? Ya, mereka masih naik podium setelah tahun 2022 mereka menempati P1 di tempat itu.

Istilah yang diungapkan Ricardo Gelael memang benar dan ada tertera dalam kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Pecah telur memiliki tiga arti dengan kata dasar pecah.

“ Pecah telur adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda.  Arti pecah telur dapat masuk ke dalam jenis kiasan sehingga penggunaan pecah telur dapat bukan dalam arti yang sebenarnya,” demikian dalam KBBI.

Tiga arti atau makna frasa “pecah telur” adalah:

Pertama mengijak telur dalam upacara adat, kedua, penjualan pertama dalam perdagangan dan arti ketiga, merupakan angka atau nilai pertama dalam olahraga.

Pecah telur kedua

Pecah telur kedua terjadi Minggu (27/9-26), saat Sean bersama tim WRT 32 yang diperkuat Darren Leung dan Augusto Farfus, menaklukkan 6 Hours of Fuji di Jepang. Kalau pecah telur pertama mereka di P3, maka kali ini mereka menginjak podium paling tinggi, P1.

Kemenangan Minggu 27/9/26 terasa fantastis karena proses tak selalu mulus, bahkan sejak babak kualifikasi, ketika cuaca terganggu menyebabkan babak kualifikasi dan Hyperpole semua kelas dibatalkan.

Sean terpaksa start dari P14, karena waktu terbaik yang ada dari FP1, FP2, atau FP3 hanya cukup untuk posisi tersebut.

Namun Leung sebagai starting driver tak kenal menyerah. Dia bahkan berhasil menghindari tabrakan beruntun yang melibatkan beberapa mobil tak lama setelah start. Leung bahkan terangkat posisinya hingga P8.

Leung bukan berarti tanpa usaha setelah itu. Pebalap Inggris tersebut malah berhasil menaikkan posisi lomba hingga P3, bahkan dengan menyusul pebalap di depannya, bukan melulu karena prosesi pit stop.

Usaha sendiri

Sean Gelael yang membalap setelah Leung juga sama hebatnya. Bahkan dia sempat berada di P1, juga karena usahanya sendiri menyusul di atas trek.

Yang justru penuh liku adala ketika Farfus ambil alih kemudi dari Sean. Safety Car (SC) yang berulang kali masuk ke trek sebenarnya tidak selalu menguntungkan posisi WRT 32. Namun, pengalaman dua dekade sebagai pebalap BMW membawa pria Brasil itu mengatasi segala rintangan.

Bahkan pada SC terakhir yang lama menetralisir lomba akibat tabrakan yang melibatkan Mattia Drudi (Aston Martin #27) dan Finn Gehrsitz (Garage 59 McLaren #58), Leung yang tadinya sudah ada di posisi podium terpaksa melorot lagi ke P6.

“Ya, setiap kali ada SC kami tidak diuntungkan,” kata Farfus. “Kami sadar punya kecepatan bagus, tapi segala keuntungan terutama penggunaan ban

Hanya dia merasa mendapat keuntungan dari penggunaan ban yang lebih bagus. Dari P6, Farfus terus beranjak hingga ke P3. Dan dari posisi itulah dia menyusul Charlie Eastwood (Corvette #34) dan Mattia Drudi (Aston Martin #27) untuk memimpin balapan kelas LMGT3!

Terdepan pada 7 menit akhir

Posisi terdepan yang berhasil diraih pada sekitar tujuh menit menjelang akhir balapan itu berhasil dipertahankan Farfus hingga bendera finis dikibarkan. Team WRT 32 pun jadi pemenang!

Ini adalah kemenangan bersama Sean, Farfus, dan Darren yang kedua setelah mereka juga menang dengan tim dan mobil yang sama pada 2024 di Imola, Italia. Khusus bagi Sean, ini adalah kemenangan keenamnya di FIA WEC, ketiga di kelas LMGT3, dan ketiga di Fuji. Pada 2016, Sean pernah tampil di Fuji Raceway pada laga ketahanan WEC dan berada di urutan keempat.

“Balapan penuh emosi, karena posisi kami turun-naik. Namun pada akhirnya Augusto mampu menyelesaikan balapan dengan sangat baik di tengah tekanan tinggi akibat situasi lomba,” kata Leung.

“Saya sangat senang. Kami bekerja keras untuk laga sepanjang tahun ini, di mana balapan tidak selalu menguntungkan. Tapi khusus di Fuji ini kami semua bekerja dengan baik. Saya senang dengan usaha kami bertiga dan juga senang untuk tim,” kata Sean.


Sean Gelael dan ayahandanya Ricardo Gelael berbincang di Bahrain. (jagonya ayam)

Menyaksikan laga yang disiarkan langsung itu, serta berita lomba yang disampaikan tim Jagonya Ayam kepada media, pantaslah Ricardo Gelael menyatakan perlombaan Minggu (27/9/26) itu amat dramatis dan fantastis.

“Lomba dramatis dan fantastis..Terima kasih kepada semua pendukung Sean yang mendoakan dan mendambakan kemenangannya,” kata Ricardo dalam pesan singkat kepada penulis, seusai laga Sean, dengan nada lega dan gembira.


Sean Gelael di Teksas, Amerika, pada sesi temu penggmar sebelum lomba bulan lalu 2026. (jagonya ayam)

Pejalanan balap Sean tahun ini masih belum berakhir. Balapan berikut FIA WEC digelar di Sirkuit Catalunya, Spanyol, pada 18 Oktober dan Autodrom Nazionale Monza, 6-8 November 2026.

Kita tunggu laga selanjutnya dan kisah “pecah telur” itu menjadi catatan sejarah yang mewarnai perjalanan balap Sean Gelael. (arl)

 
share :
Berita Dilihat Sebanyak 26 kali
Berita Lainnya

Foto
GTWCE
30/08/2026
» GT World Challenge Europe (GTWCE) Agustus 2026
- Nurburgring, Jerman