SEAN MENAKJUBKAN DUA KALI NAIK PODIUM DI SILVERSTONE

Jakarta, 27/5 – Sean Gelael dengan amat menakjubkan dua kali naik podium dalam dua hari pada perlombaan putaran pertama Kejuaraan Formula 3 Inggris yang berlangsung di Sirkuit Silverstone Grand Prix, Inggris akhir minggu ini. 

Sebagai pebalap termuda, dalam usia 16 tahun enam bulan 24 hari, Sean berhasil naik podium ketiga pada Race 1 Sabtu, kemudian pada Race 2 Minggu dalam usia 16 tahun enam bulan 25 hari, ia secara fantastis kembali mengulangnya di tangga podium sama. 

Sean, dengan pengalaman amat minim dibanding para pesaingnya, mengawali balapan di atas kendaraan Double R Racing Dallara-Mercedes dari posisi grid ketiga. Ia melewati rekan setimnya Tatiana Calderon pada awal lomba dan naik ke urutan kedua di bawah rekan setim lainnya, Antonio Giovinazzi, yang tampil tercepat pada race kedua itu. 

Sean berapa pada posisi amat meyakinkan dalam lima putaran awal, sebelum Will Buller, yang memimpin klasemen umum pada musim keempatnya pada balapan F3, melewati pebalap Indonesia itu. 

Tapi pendatang baru di atas mobil F3, Sean, mampu mengatasi para pesaing lainnya dan naik podium ketiga untuk kedua kalinya.  Hasil itu membuatnya berada di urutan kedua klasemen sementara kejuaraan umum, hanya beberapa bulan sejak pertama  kali duduk di dalam kokpit mobil F3. 

“Antonio membuat jarak sejak awal perlombaan sehingga adu kecepatan tinggal antara saya dengan Buller,” kataSean,  “Saya melakukan kemajuan, tentu saja, saya selalu ingin mendapatkan poin dan lawan saya pasti berusaha melaju cepat untuk mendapatkannya juga.” 

Saya berusaha terus menjaga jarak dengan lawan saya, tapi saya juga harus berusaha mengamankan ban saya, karena kami hanya diijinkan memiliki dua set untuk tiap race akhir minggu, saya harus mendinginkannya untuk perlombaana terakhir,” katanya. 

“Ini merupakan hasil hebat, bagi saya dan bagi Indonesia – Saya amat bangga!,” kata Sean. 

Sean mengawali race terakhir yang ketiga dari grid ketiga. Ia mengawali lomba dengan baik dan kelihatannya akan mendapatkan hasil yang baik juga, tapi tak lama kemudian ban mobilnya mulai menipis secara dramatis. 

Ia masih berusaha bertahan, tapi para Race 3 itu ia hanya mampu menempatkan diri di urutan keenam. “Ban kendaraan saya sudah tidak berfungsi dengan baik. Ban sudah habis,” katanya, “Ini terjadi pada semua pebalap dari tim kami sehingga kami melaju semakin lamban.” 

“Ban saya hampir kelihatan kanvasnya. Laju kami semakin lamban 1,5 detik pada setiap putaran dan mendekati akhir lomba semakin buruk,” kata Sean, juara kedua Formula Pilot China tahun lalu. 

Hasil itu juga membuat posisi Sean melorot ke urutan kelima pada klasemen umum, tapi bedanya hanya dua poin dari pebalap urutan kedua dan ia bertekad membuat perhitungan lebih lanjut pada perlombaan putaran kedua di sirkuit legendaris Spa-Francorchamps di Belgia akhir Juli mendatang. 

Berikutnya, Sean kembali mengikuti ajang perlombaan FIA F3 Eropa di Red Bull Rings yang dihiasi pemandangan pegunungan di Austria, minggu depan. Targetnya di sini, meraih poin pertama pada putaran Kejuaraan Eropa. 

“Terus terang, rasa percaya diri saya meningkat,” katanya, “Pasti amat sulit, saya kembali ke ajang perlombaan sengit seperti biasa, karena saya memasuki trek yang belum saya ketahui. Tapi saya akan melakukan segala yang terbaik yang dapat saya lakukan.” (arl)

share :
Berita Dilihat Sebanyak 1652 kali
Berita Lainnya

Foto
Fia WEC
13/07/2026
» Rolex 6 Hours Of Sao Paulo FIA WEC 2026
- Interlagos, Brasil