Jakarta - Sean Gelael akhirnya memutuskan untuk bertarung di ajang FIA Formula 3 Eropa. Sebelumnya, runner-up Asia di ajang Formula Pilota ini berniat turun di British Formula 3 yang kini tengah dibelit masalah.
Menurut ayahanda Sean, yakni Ricardo Gelael, kepindahan dari British F3 ke ajang F3 European ini justru menguntungkan Sean.
“Sehingga kepindahan itu memungkinkan Sean memperoleh lisensi B dari Federasi Automotif Internasional (FIA), karena hanya F3 European yang resmi diakui FIA," kata Ricardo Gelael, Rabu.
Adapun masalah yang kini mendera British F3 bermula dari peraturan yang mengharuskan pabrikan mobil menggandeng tuner resmi. Namun, pabrikan Mercedes dan Volkswagen yang selama ini mendukung British F3 menolak karena biayanya membengkak.
Ujung-ujungnya, pengelola British F3 pun mengalihkan ke pabrikan Jepang. Di pertengahan jalan, regulasi itu terbukti sulit diwujudkan pada musim 2013 ini.
Kemudian pengelola British F3 mencoba menarik kembali kedua pabrikan asal Jerman tersebut. Sayangnya, mereka terlanjur beralih ke FIA F3 European.
Alhasil, kepindahan kedua pabrikan itu diikuti kepindahan sebagian besar tim dan peserta British F3 ke FIA F3 European. Kondisi itu membuat penyelenggara British F3 memangkas jumlah seri yang akan digelar, dari sepuluh seri menjadi empat seri.
Buat Sean, pengurangan jumlah seri itu juga dinilai kurang menantang. Pasalnya, sebagai pembalap baru di Formula 3, remaja 16 tahun ini butuh pengalaman dan tantangan serta jam terbang yang banyak.
"Dengan pindah ke FIA F3 European, Sean akan bersaing dengan para pembalap muda terbaik Eropa. Dia akan bertarung di sepuluh seri dalam 30 balapan sepanjang musim ini," kata Ricardo.
Kepindahan itu juga menguntungkan, karena biaya keikutsertaan Sean di British F3 mencapai 650.000 poundsterling atau sekitar Rp9,88 miliar. Sedangkan biaya di FIA F3 European mencapai 550.000 euro atau Rp7,15 miliar.wan / arl