Jakarta, 5/8 - Sean Gelael harus berlebaran di Inggris, karena pada tiga hari Idul Fitri ia mengikuti balapan di Brands Hatch, dalam usaha memperbaiki posisinya di urutan klasemen keempat kejuaraan Formula 3 Internasional Inggris.
Tapi sirkuit itu amat berbeda dengan yang dilakoninya pada kejuaraan FIA F3 Eropa Mei lalu. Kalau sebelumnya ia berlomba di sirkuit pendek lomba Indy, maka pada 10-11 Agustus mendatang ia berlaga di tempat penyelenggaraan Grand Prix, yang dianggap sebagai tempat paling menantang dalam olahraga bermotor.
Pada lintasan ini Sean dan pesaing lainnya akan melaju di tikungan cepat Hawthorns dan Westfield, dengan menggunakan gigi tinggi, disusul tikungan Sheene Curve – gigi tinggi dan menurun ke gigi lima pada tukungan lain, tergantung dari rasio transmisi, kemudian disusul lagi laju cepat di tikungan Stirling.
“Saya mendambakan berlomba di Brands Hatch,” kata Sean di Jakarta, Senin, “Saya sudah tidak sabar untuk melaju di tikungan yang amat menakjubkan.”
“Saya tidak sabar ingin mencobanya dan mempelajarinya. Pebalap lain boleh saja menang pengalaman, tapi saya ingin melakukan yang terbaik. Saya amat tertantang,” kata Sean.
Semua adu kecepatan ini akan berlangsung di kawasan hijau dedaunan hutan kuno, sehingga menyebabkan sirkuit Grand Prix Brands Hatch menjadi amat spesisifik dibanding sirkuit lain di dunia ini.
Sirkuit ini juga memiliki banyak pengaman di kiri kanan lintasan,tapi juga merupakan lintasan yang dapat menjebak bila salah sedikit saja, sehingga pembalap termuda di ajang itu, Sean Gelael, yang memacu Dallara-Mercedes di bawah payung Double R Racing harus ekstra hati-hati melaju di lintasan sempit, terutama pada tikungan yang dapat dikebut dengan kecepatan 200km per jam.
Sean datang ke Brands, sekiar 25 kilometer dari London, setelah sebelumnya naik ke podium ketiga ketika berlaga dengan kecepatan paling tinggi dalam karirnya menaiki mobil F3 di Spa-Francorchamps, Belgia.
Pencapaiannya itu amat mengesankan, karena ia merupakan pebalappaling muda dan paling minim pengalamannya dibanding lawan-lawannya yang lebih dewasa dan memiliki banyak pengalaman di berbagai sirkuit Eropa.
Bagi Sean, Brands masih tetap merupakan sirkuit anyar, kendati ia sudah pernah melewati empat dari tikungannya pada Mei lalu. Tapi inia kini akan melwati tikungan laim serta jalur lurus yang lebih panjang yang biasa digunakan para pebalap Formula Satu.
“Saya mendambakan berlomba di Brands Hatch,” kata Sean, “Saya sudah tidak sabar untuk melaju di tikungan yang amat menakjubkan. Saya tidak sabar ingin mencobanya dan mempelajarinya. Pebalap lain menang pengalaman dan saya ingin melakukan yang terbaik.”
Seperti biasa, akan ada tiga perlombaan (race), yang pertama dilakukan Sabtu dan dua lainnya Minggu. Pemuda itu pasti ingin merasakan iklim dan suasana perlombaan amat bersejarah pada para legendaries di Brands Hatch, saat berlangsung Inggris Grand Prix pada 1964 hingga 1986.(sm/arl)