SEAN LEBIH MAJU DI SILVERSTONE

Silverstone, 16 April 2013 - Sean Gelael menunjukkan kiprah lebih maju pada perlombaan FIA Formula 3 Eropa yang diadakan di Sirkuit Grand Prix Silverstone, Inggris, Sabtu dan Minggu, seolah-olah ia sudah amat dekat dengan perolehan poin pertamanya. 

Pebalap berusia 16 tahun itu, sebagai peserta paling muda dan paling minim pengalaman di ajak lomba F3, harus beradaptasi  dengan cuaca yang berubah-ubah di Inggris. Hujan pada sesi latihan resmi Jumat menjadikan pebalap dari Tim Double R Racing Dallara-Mercedes itu belajar cepat dan tiga lomba (race) penghujung minggu itu diawali dengan lintasan yang basah dan licin. 

Pada balap ketiga, Sean melaju dari posisi ke-22, yang dipenuhi para pebalap berbakat internasional, sampai akhirnya berada di urutan ke-12. Karena hanya 10 pebalap teratas yang mendapatkan poin, maka ia harus melewati paling tidak dua kendaraan di depannya dan bila itu berhasil maka ia menjadi pebalap termuda pertama mendapatkan poin. 

Tapi ia masih belum berhasil, tapi pencapaian ke arah itu kelihatannya tinggal menunggu waktu, karena ia sudah memperagakan kemungkinan realistis bila ia terus mempertahankan progresnya. 

Pada lomba (race) 1, amat disayangkan ia terlibat dalam kecelakaan pada tikungan pertama. Ia butuh waktu untuk melakukan “pitstop” untuk mengganti “hidung” kendaraannya, dalam usaha mempertahankan peningkatan “downforce” pada kendaraan F3.  Sean membuat waktu tercepat terbaik pada lomba 1 itu tapi sudah tidak mungkin untuk menghasilkan waktu terbaik untuk total putaran. 

Race 2 amat bagus, ia berada di grup tengah para pebalap, sebelum mengakhiri lomba di urutan ke-16.

“Cuaca Inggris amat menakjubkan!,” kata Sean. 

“Sebelum balapan pertama, saya hanya memiliki waktu melaju tujuh putaran di Silverstone dalam keadaan kering. Jadi saya harus mempelajari semuanya dengan seksama. Amat disayangkan, pada race 1 ada dua pebalap berputar di depan saya. Saya tidak memiliki jalan lain tapi setelah melakukan pit stop kecepatan saya menjadi bagus kembali,” katanya. 

“Pada Race 2 saya mengawalinya dengan baik, tapi kami harus mengganti sesuatu pada kendaraan dan akhirnya kendaraan tidak melaju dengan bagus. Tapi masih lumayan karena saya masih melaju hingga finis dan saya menimba banyak pengalaman. Pada setiap putaran saya mendapatkan sesuatu hal yang baru,” katanya. 

Pada Race 3, Sean melakukannya dengan amat mengesankan. “Saya melaju dari urutan ke-22 ke tangga ke-15 dan saya berpikir ‘Yeah! Ini akan hebat sekali!.”

“Kemudian saya naik ke urutan ke-12 sedangkan kendaraan lain yang banyak yang keluar karena lintasan amat licin. Pada tiga putaran awal amat bagus tapi kemudian pengalaman pebalap lain leebih banyak berbicara. Mereka mampu menyodok ke depan ketika lintasan mulai kering. Karena kurang pengalaman di sirkuit itu, saya dan rekan setim saya Antonio Giovinazzi tidak tahu tentang limit sehingga tidak dapat mengukur kecepatan. 

“Saya masih mencoba menemukan limit pada putaran akhir tapi saya kemudian melintir. Saya tidak mendapatkan poin pada perlombaan itu, tetapi ini akan membuat saya maju terus sekuat saya,” katanya. 

Pebalapbelia itu kembali ke bangku sekolahnya di Indonesia, tetapi ia akan tampil di Eropa pada putaran ketiga F3 yang akan berlangsung di sirkuit Jerman Grand Prix di Hockenheim pada  4 dan 5 Mei. Kali ini ia berharap lintasannya akan kering. (Terjemahan / ARL)

share :
Berita Dilihat Sebanyak 1773 kali
Berita Lainnya

Foto
Fia WEC
13/07/2026
» Rolex 6 Hours Of Sao Paulo FIA WEC 2026
- Interlagos, Brasil