SEAN LANJUTKAN LOMBA F3 DI RED BULL RINGS

Red Bull Rings, 29 / 5 – Setelah tampil mengesankan dengan dua kali naik podium ketiga pada kejuaraan F3 Internasional Inggris di Silverstone minggu lalu, Sean Gelael kembali berusaha mengibarkan Merah Putih pada perlombaan Kejuaraan FIA F3 Eropa  pada 1-2 Juni 2013. 

Perlombaan akan diadakan di Sirkuit Red Bull Ring, di kawasan indah  Steiermarkmountains di Austria. Di tempat itu, lomba F1 Austria Grand Prix diadakan antara 1970 hingga 1987, tapi trek itu dianggap terlalu cepat dan berbahaya untuk kendaraan modern F1. Perlombaan diadakan lagi di tempat itu pada akhir  1990-an dengan sirkuit yang sudah dimodifikasi dan berlangsung hingga tahun 2000-an. 

Di lintasan itu, kini dimiliki Red Bull, perlombaan Formula 3 akan berlangsung minggu ini dan di antara tim Double R Racing tempat Sean bernaung, ada seorang  yang tugasnya mempertahankan dan meningkatkan rasa percaya diri para pebalap. 

Setiap atlet membutuhkan pelatih, tidak terkecuali dalam jenis otomotif. Pelatih tim Double R Racing adalah Marko Asmer, yang memenangi perlombaan F3 Inggris pada 2007. Dalam perjalanannya menuju puncak karirnya, ia menjadi pebalap pertama dari negaranya di Estonia yang menjadi pencoba (test) kendaraan Formula 1 ketika ia berada dalam tim kondang, Williams. 

Tapi, seperti halnya banyak pebalap lain, Asmer tidak memiliki keberuntungan menjadi pebalap professional. Tapi merupakan keberuntungan bagi Double R Racing, karena kenyataannya mereka kini memiliki salah satu pelatih terbaik. 

“Sean masih terlalu muda dan belum memiliki pengalaman. Merupakan langkah panjang bagi Sean naik ke mobil F3 dibanding apa yang ditekuninya sebelumnya,” kata Marko.   

“Ia merupakan pebalap paling muda dalam perlombaan F3. Ia harus banyak belajar dan ia memang masih sekolah di negaranya di Indonesia. Setiap trek yang kami datangi merupakan lintasan baru baginya. Semua pebalap hanya mendapatkan waktu dua kali 40 menit untuk latihan. Celah waktunya amat cepat dengan perlombaan, sehingga kami tidak cukup waktu untuk menganalisis datanya,” kata Asmer. 

Tim balap mulai bekerja Kamis dan Asmer pun akan berjalan kaki mengelilingi lintasan bersama pebalap Double R.

 “Ketika mereka belum menjajal lintasan, kami sudah memeriksa segala sesuatunya dengan berjalan kaki. Kami memberi informasi sebanyak mungkin kepada para pebalap,” katanya.  

“Berjalan di lintasan Red Bull Rings sepanjang empat kilometer butuh waktu sekitar satu jam. Kami berhenti di tiap tikungan, memeriksa permukaan lintasan serta semua yang memengaruhi jalannya kendaraan. Mana yang dapat dilewati kendaraan dan mana yang harus dihindari!,” kata Asmer. 

“Bagi saya, proses pembelajaran itu mudah. Saya sudah melakoninya 10 tahun. Saya bisa menolong dari sisi teknik dan persiapan, bagaimana caya mengatasi masalah di tiap trek, karena lintasan itu berbeda semua,” katanya. 

Ketika pebalap sedang berlatih atau sedang mengikuti sesi kualifikasi, Marko biasanya berdiri di salah satu tikungan dan melakukan komunikasi dengan para teknisi di dalam pit. Ia harus melaporkan apa yang salah dan benar dilakukan para pebalap. Hal terbaik melakukan ini ketika sedang bersama pebalap, tapi hal ini dibatasi dalam peraturan kejuaraan FIA Eropa. 

“Perlombaan akhir minggu ini lebih banyak memilah beberapa hal kecil,” kata Asmer, “Tapi ketika pebalap melakukan latihan sepanjang hari, maka kami akan berbicara tentang hal rinci. 

Marko amat terkesan dengan loncatan karir Sean dari Formula Pilota China ke F3   di Eropa dalam usia masih 16 tahun. “Ia bocah baik,” katanya, “Hampir semua  pebalap lawannya sudah terbiasa berlomba di hampir semua trek tempat berlomba,   sedangkan ia baru saja mendatanginya!.” 

“OK, ia membuat beberapa kesalahan musim ini, tapi tanpa membuat kesalahan Anda tidak akan pernah belajar – ini merupakan bagian dari seluruh proses untuk menjadi pebalap tangguh,” kata Asmer. (ARL)

share :
Berita Dilihat Sebanyak 1753 kali
Berita Lainnya

Foto
Fia WEC
13/07/2026
» Rolex 6 Hours Of Sao Paulo FIA WEC 2026
- Interlagos, Brasil