SEAN ALAMI KECELAKAAN DI HOCKENHEIM

Hockenheim, 5 Mei - Sean Gelael mengalami perlombaan cukup berat pada akhir minggu di race terakhir Kejuaraan FIA Formula 3 Eropa di Hockenheim, ketika terjadi insiden kecelakaan yang menyebabkan kendaraannya rusak berat dan ia tidak dapat melanjutkan kiprahnya. 

Sebanyak 29 pebalap dari berbagai negara ambil bagian pada perlombaan yang diadakan di lintas lomba Formula Satu Jerman itu, Sabtu dan Minggu, sehingga amat sedikit ruang untuk melakukan manuver. 

Sean yang baru berusia 16 tahun, berada di belakang grup yang melakukan kontak sehingga terjadi insiden. Pebalap asal Israel, Roy Nissany, bersinggungan dengan pesaingnya hingga terlempar ke tembok pengaman dan ketika Nissany melejit kembali ke lintasan, Gelael tidak dapat menghindar. 

“Roy menabrak tembok pengaman dan mental lagi ke lintasan,” kata Sean dalam surat elektroniknya, Senin, “Kendaraan itu berputar di depan saya sehingga tabrakan tidak dapat dihindari. Amat menyakitkan, padahal saya baru berusaha menyodok ke depan. Saya hanya berhasil mengalahkan rekan setim Nissani dari Australia, Mitchell Gilbert.” 

Pada Race 1 dan Race 2 yang diadakan Sabtu, Gelael yang melaju di atas kendaraan Double R Racing Dallara-Mercedes berada di urutan ke-21 dan ke-26. Pada Race 1, pelajar setingkat kelas satu SMA itu sempat melejit ke urutan ke-20, namun beberapa putaran menjelang finis posisinya turun ke urutan ke-21. 

Pada Race 2, ia berhasil melewati pebalap dari Dubai Ed Jones serta rekan setimnya dari Kolombia Tatiana Calderon, tapi terjadi “spin” sehingga posisinya melorot. Dalam perlombaan itu, Sean tetap berusaha adu cepat melakukan “best lap” dengan para pebalap lainnya. 

Setidaknya, Sean berhasil finis pada Race 1 dan Race 2 sehari sebelumnya, saat memacu kendaraan Double R Racing Dallara-Mercedes dan bercokol di urutan ke-21 dan ke-26. Ia malah sempat naik ke urutan 20 pada lomba di lintasan yang pada awalnya kering itu, namun akhirnya turun lagi pada beberapa putaran akhir dan berada di urutan ke-21. 

Saya mengawali lomba di Hockenheim dengan tidak tahu apa-apa, karena belum pernah ke sini,” katanya, “Dan saya ada sekitar tiga minggu tidak menginjak gas kendaraan saya sehingga agak kaku.  Race pertama tidak begitu buruk dan Race kedua rasa percaya diri saya meningkat. Setidaknya saya mampu memberikan umpan balik kepada mekanik Double R.” 

“Pada Race kedua saya berhasil menemukan ‘grip’ kendaraan saya serta karakter lintasan sirkuit. Keseimbangan kendaraan amat bagus tapi terjadi beberapa kali  ‘oversteer [kendaraan sliding dari belakang] tetapi saya berjuang terus mengimbanginya,” kata Sean. 

“Saya butuh lebih banyak pengalaman dan pengalaman di sini akan sangat membantu bila kami kembali lagi berlaga di Hockenheim pada akhir musim ini,” katanya. 

Pemilik Double R Racing,  Anthony ‘Boyo’ Hieatt, yang juga selaku mekanik  Sean, mengatakan, “Tidak satu pun dari tiga pebalap kami yang sudah mengenal sirkuit ini. Kami bereksperimen ketika menyeting kendaraan kami dan mobil yang dinaiki Sean di Race 3 menggunakan ban baru. Kami berharap lebih baik dan kenyaataannya memang ia baik, tapi akhirnya harus keluar.” 

Perlombaan di Hockenheim merupakan medan lomba yang keras untuk dipelajari. Tapi saya kira Sean melakukan kemajuan yang bagus,” tuturnya. 

Perlombaan berikutnya diadakan di kandang tim Double R di Inggris, di Brands Hatch, pada 18 dan 19 Mei, dan Sean Gelael diharapkan akan semakin maju di antara para pebalap berpengalaman lainnya. Tapi yang terpenting? “Saya harus pulang dulu ke Indonesia karena akan mengikuti ujian sekolah,” kata Sean.  (ARL)

share :
Berita Dilihat Sebanyak 1903 kali
Berita Lainnya

Foto
Fia WEC
13/07/2026
» Rolex 6 Hours Of Sao Paulo FIA WEC 2026
- Interlagos, Brasil