SEAN AKAN JAJAL LOMBA JALANAN NORISRING

Jakarta, 10/7 –  Sean Gelael akan mendapatkan pengalaman baru, setelah mengikuti lomba F3 Master di Sirkuit Zandvoort minggu lalu, saat tampil pada putaran keenam Kejuaraan FIA Formula 3 Eropa sekaligus sebagai pengalaman pertama mengikuti lomba di sirkuit jalan umum pada 13-14 Juli di Sirkuit Norisring, Jerman. 

Pada perlombaan di jalan raya, apabila pembalap melakukan kesalahan kecil, maka hampir dipastikan ia tidak akan dapat melanjutkan pertandingan. Pagar pembatas yang ada di sepanjang kiri kanan lintasan, akan menjadi pelindung bagi seorang pembalap yang melakukan kesalahan. Tidak tercekuali bagi Sean yang akan mengalami hal ini di Norisring.

Sirkuit Norisring terletak di pinggir kota Nuremberg dan pertama kali dipergunakan pada 1947. Saat ini, selain menggelar kejuaraan Formula 3, sirkuit sepanjang sekitar 2,3 km itu  juga menggelar kejuaraan balap mobil Turing DTM yang sangat populer dan disaksikan banyak penonton setiap tahunnya.  

Di sirkuit itu, para pembalap termasuk Sean Gelael yang berusia 16 tahun, dapat memacu kendaraan dengan kecepatan puncak 250 km/jam pada dua jalur lurus dan lebar tapi di ujungnya terdapat tikungan tusuk konde (hairpin) menyempit. Ini menyebabkan Norisring sangat terkenal sebagai sirkuit seru dan menegangkan.

Anthony ‘Boyo’ Hieatt, tim prinsipal dan enjinier Tim Double R Racing yang menyiapkan kendaraan Sean,  Dalara-Mercedes, menyatakan melalui surat elektronik pada media,Rabu, “Kami menyiapkan mobil untuk dapat mencapai kecepatan maksimal di lintasan lurus. Untuk itu kami akan menyeting kendaraan untuk mendapatkan daya “downforce” terendah.

Tetapi dengan setingan itu, Sean harus lebih berhati-hati karena mobil akan semakin sulit dikendalikan dan ini merupakan pekerjaan berat bagi Sean dan 30 pebalap pesaingnya, termasuk saat melaju di tikungan S. Beruntung kami telah mencoba seting ‘downforce’ pada kendaraan kami di Sirkuit Red Bull Ring Austria beberapa waktu yang lalu, katanya. 

“Sean mampu beradaptasi dengan baik pada kendaraannya,” kata Hieatt, “Dan pebalap kami sudah kami persiapkan dengan baik. Kesulitan kami karena ketiga pebalap tim kami masih asing dengan sirkuit itu. Makanya kami konsentrasi membangun kendaraan cepat di lintasan panjang sekaligus dengan daya rem akurat  untuk mengatasi laju krusial di tusuk konde.” 

Masih ada elemen lain untuk bertahan di Norisring. Tahun lalu, salah satu pebalap Double R Racing melaju dari posisi grid 11 dan berada di urutan keempat pada finis dengan tanpa menyalib seorang pebalap pun – karena semua yang didepannya mengalami insiden dan kecelakaan. 

“Pebalap itu kurang terbiasa membalap dekat dengan tembok,” kata Hieatt, “ Tetapi mereka harus menemukan jalur mereka dan ini ideal sebagai persiapan tampil di  Macao Grand Prix November mendatang.” 

Sean yang kini sedang libur sekolah, dan setelah mengikuti lomba Master F3 minggu lalu, ia memiliki waktu untuk tinggal di Eropa ketimbang pulang dan kembali lagi sehingga mengalami pengaruh “jetlag”. 

Ia juga mengalami kemajuan dalam latihan di Red Bull Ring, setelah sebelumnya berlaga di sirkuit itu saat kondisi sedang panas terik. 

“Sean lebih bagus satu setengah detik per putaran dibanding ketika ia berlomba pada akhir minggu bulan lalu,” kata Hieatt, “Ia melaju sebanyak 700 putaran di tempat itu dan sudah mulai terbiasa. Ia kelihatan semakin baik.”  (arl)

share :
Berita Dilihat Sebanyak 1977 kali
Berita Lainnya

Foto
Fia WEC
13/07/2026
» Rolex 6 Hours Of Sao Paulo FIA WEC 2026
- Interlagos, Brasil