
Jakarta - Tampilnya mobil Formula 3 dengan mesin meraung-raung di ParkirTimur Senayan, Minggu (3/2), bukan hanya sekedar tontonan, tapi juga tuntunan - - untuk mengenalkan kendaraan itu bagi masyarakat luas, sekaligus mengangkat rasa percayadiri pengemudinya yang harus fokus 100 persen.
“Saya baru sekali melihat kendaraan Formula, biasanya di televisi aja. Suaranya hingar binger. Saya suka melihatnya, apalagi yang menaikinya orang Indonesia, masih muda lagi. Saya jadi deg-degan,” kata Tika, penonton yang mengakui siswa kelas satu sekolah menengah atas di Jakarta
Ia datang untuk melihat grup penyanyi favoritnya Smash serta beberapa penyanyi lain yang tampil dalam acaraitu, termasuk Ariel Tatum, MaudyAyunda dan Mahadewa. Tapi mobil F3 dan kendaraan reli Subaru yang diliuk-liukkan dengan menakjubkan oleh Sean Gelael, membuat Tika spontan menginginkan acaraseperti itu selalu diadakan.
Memang ada kejuaraan slalom-test dan “drifting”, tapiTika dan rekan-rekannya bukan jenis gadis yang menyukai olahraga otomotif itu, jadi mereka tidak datang menonton. Tapi ketika suara musik meraung di ParkirTimur - - kemudian diselingi dengan deram mesin mobil untuk olahraga otomotif itu - - Tika DKK spontan menyukainya.
“Ternyata balapan itu amat menarik dan menegangkan. Kok bisa ya mobil muter-muter gitu,” katanya.
Lain lagi dengan seorang pemuda gondrong dengan tas di punggungnya, mengaku bernama Ibnu Taslim datang dari Sukabumi untuk melihat kolaborasi “Sport & Music Sensation” itu. “Saya dan teman-teman sejak Jumat di Jakarta karena mengira acaranya Jumat. Saya suka musik dan baru kali ini lihat ada gabungan musik dan olahraga,” katanya.
Taslim tidak pernah melihat mobil F3 tapi ia suka nonton F1 di televisi. Ia hapal nama beberapa pebalap F1. “Saya baru melihat langsung mobil Formula 3, kelihatannya mirip dengan F1 ya,” kata Ibnu, dengan menambahkan betapa hebatnya bila ada pemuda Indonesia bisa tampil dalam ajang lomba F1 itu.
Nah, perlombaan FIA European F3 Championship (ganti F3 British) yang akan diikuti Sean pada 2013 ini memang bukan sembarang perlombaan, melainkan sebagai ajang atau anak tangga menunju sirkuit Formula Satu (F1), olahraga bermesin paling kondang di dunia.
Apa komentar Sean Gelael seusai memperagakan kepiawaiannya?
“Saya gembira melihat ribuan orang datang menyaksikan atraksi musik dan sport ini. Biar satu orang pun yang mendukung saya dari ribuan yang datang itu, saya sudah bersyukur. Saya semakin percaya dan tertantang untuk menekuni F3 tahun ini,” kata Sean, juara karting nasional dan Asia 2010 dan setahun kemudian juara kedua kategori Asia danperingkat lima overall Kejuaraan Formula Pilota China.
Komentar Sean yang hobi otomotif dan sudah menjadi juara navigator reli nasional ketikaberusia masih 10 tahun, bahkan pernah dapat penghargaan MURI duniasebagai navigator termuda, pasti berasal dari perasaannya yang paling dalam.
Ada semacam “moral boosting” yang dirasakan meresap dalam dirinya usai perhelatan hebat di ParkirTimur Senayan. Acara itu disaksikan Ketua Umum PP IMI Nana Soekarna sementara ajang itu tak ubahnya menjadi reuni atlet otomotif veteran. Di antara yang hadir terlihat AdigunaSoetowo, Helmy Sungkar, Poedio Oetojo, Beng Soeswanto, Chepot Hanni Wiano, Dadang “Gatam Taruna, Stanley Iriawan, Faryd Sungkar, Rizal Sungkar, Subhan Aksa, Hervian Soejono, Jeffrey JP, Ijeck dan yang lainnya. Bahkan jadi ajang pertemuan mekanik nasional dan asing, yang menangani mobil F3 dan Subaru yang dikendarai Sean.
Peningkatan moral atau dengan kata lain penajaman rasa percaya diri, merupakan salah satu faktor terpenting dalam diri atlet. “Moral boosting” dan “self confidence” merupakan dua sisi matauang yang selalu ditanamkan pelatih kepada atletnyadan harus dipelihara, ditumbuhkembangkan dengan usaha tidak sampai menjadi “over confidence”.
Acara yang digagas KFC itu, menurut Ricardo Gelael, merupakan kolaborasi khasanan hobi anak muda yang masing-masing memiliki idola mereka baik di bidang musik mau pun di olahraga. “Musikdan sport tidak dapat dipisahkan. Saya kira inimerupakan kolaborasi pertama dan ternyata amat banyak penggemarnya,” kata Ricardo, dengan member contoh “follower” Sean di Twitter sudah mencapai 220 ribu lebih anak muda, belum lagi yang di jejaring sosial Facebook mencapai puluhan ribu orang.
“Mereka yang di Twitter itu banyak yang datang ke Senayan untuk dapat bertemu langsung dengan Sean,” kata Ricardo, juara nasional reli mobil pada 2006.
Melalui gebrakan musik sport di Parkir Timur itu, Ricardo mengharapkan masyarakat semakin tahu apa sebenarnya F3, sehingga suatu saat dapat membahas apa yang ada di dalam kendaraan itu dan bagimana jalur perjalannya hingga F1.
Sean mengawali karir mengemudi mobil kate itu dengan menjuarai seri nasional karting pada 2010 sekaligus sebagai juara Asia (AKOC). Pada tahun berikutnya ia mengikuti kejuaraan Formula Pilotadan tampil sebagai juara kedua kelas Asia dan urutan kelima overall kejuaraan umum. Rekan setimnyadari Sean GP Team, AntonioGiovinnazi asal Italia, di puncak klasemen kejuaraan umum.
Di antara pebalap kondang yang lolos dari F3 ke kejuaraan Formula Satu (F1) adalah Sir Jackie Stewart pada 1964, Emerson Fittipaldi pada 1969, Nelson Piquet 1978, Ayrton Senna 1983, Mika Hakkinen 1990, Nelson Piquet Jr, Mark Webber, Rubens Barrichello, Jenson Button, David Coulthard, Takuma Sato, Anthony Davidson, Scott Speed, Sergio Perez, Narain Karthikeyan, HeikkiKovalainen .
Jaime Alguersuari, juara F3 Bristih 2008, akhirnya menjadi pebalap termuda F1 dalam sejarah ketika ia berusia 19 tahun 125 hari.
Event di Parkir Timur Minggu 3 Februari menjadi catatan tersendiri bagi yang hadir dan tentu tidak menampik pendapat bahwa tontonan itu sekaligus sebagai tuntunan, baik bagi kawula muda yang hadir karena dapat melihat langsung F3, sedangkan bagi pengemudinya tentu menambah rasa syukur dan mempertebal rasa percaya diri menjelang perlombaan musim ini. (Catatan: A.R. Loebis)