HUT Sean Gelael Ke-25 Tahun Oleh A.R. Loebis

Muhammad Sean Gelael kini berusia 25 tahun.

Usia seperempat abad, umumnya merupakan batas dimana seseorang harus dapat menentukan pilihan, mengambil keputusan, menjauhkan sikap ego dan terbuka terhadap kritikan orang.

Itu penggalan nasihat ayahanda Ricardo Gelael terhadap puteranya Sean Gelael yang sudah sekitar 16 tahun berkiprah di olahraga keras adu kecepatan di lintasan, alias balap-membalap itu.

Sean Gelael, yang lahir melalui operasi cesar di rumah sakit bersalin Puri Cinere pada 1 November 1996 – dengan bobot 4,1 kg dan panjang 41 cm – kini sudah dewasa, jangkung dan kekar badannya.

Sean Gelael, usianya pada 1 November 2021 memasuki 25 tahun, memiliki pergaulan internasional, karena sejak berusia delapan tahun, pria yang dilahirkan ibunda  Rini Gelael itu, sudah berkelana berlomba otomotif di dialam dan luar negeri.

“Saya belajar banyak hal selama 15 tahun membalap. Mulai dari belajar disiplin dan bertanggung jawab, sampai bagaimana bekerja keras dan bekerja sama dengan tim. Saya mendapat pengalaman cara bekerja sistematis dan efisien, mengenali seluk beluk dunia motorsports mulai dari rally, gokart, hingga formula,” kata Sean.

Pada Sabtu 30 Oktober 2021, Sean berlaga di seri kelima kejuaraan dunia ketahanan mobil FIA WEC 2021 di Bahrain dan membawa tim JOTA berada di urutan kedua dan minggu berikutnya akan tampil lagi di putaran terakhir di tempat sama untuk menentukan siapa juara dunia tahun ini.

Sean Gelael bersama Tom dan Stoffel saat naik podium di Sakhir, Bahrain, Sabtu (30 Oktober 2021). (jagonya ayam)

Sean Gelael dan tim JOTA yang sebelumnya berada di urutan pertama klasemen sementara – dengan hasil di Bahrain itu -, kini berada di urutan kedua klasemen sementara LMP2 dengan mengantongi nilai 108.

Urutan pertama ditempati tim WRT dengan nilai 113, disusul JOTA #28 (108) dan JOTA #38 (96) dan tim United Autosport USA (88).  Sean masih terus membalap, entah sampai kapan.

Pesan Ricardo Gelael

Setiap Sean berulangtahun, ayahanda Ricardo Gelael memberikan nasihat dan untuk HUT ke-25 ini, ia mengatakan:

Jauhkan rasa ego dan terbuka terhadap kritik. Karena itu semua akan menjadikan dia orang yang lebih baik. Dan selalu ingat, yang mengatakan kita baik, jelek atau lainnya adalah orang lain.” 

Tidak pernah ada yang kekal di dunia ini. Makanya janganlah selalu mendongak ke atas tetapi harus juga menundukan kepala ke bawah dan terkadang orang-orang yang berada di bawah kita jauh lebih tulus.

Usia 25 tahun adalah umur dimana harus berani mengambil keputusan. Hanya dengan itu kunci sukses bisa digapai. 

Ketika Sean Gelael memasuki usia 24 tahun, Ricardo Gelael memberikan pitutur luhur itu kepada puteranya dan yang namanya nasihan tidak lekang dimakan zaman, sehingga menarik diulang dalam kesempatan ini.

Inilah nasihat sang ayah, secara universal rasanya berlaku pada siapa pun, karena siratannya merupakan inti hakekat hidup di dunia fana ini.

Sean Gelael bersama teman balapnya, bersama kedua orangtua Ricardo dan Rini Gelael serta sahabat lainnya. Ini seusai menang di Bahrain, Sabtu. (jagonya ayam)

Ini nasihat lainnya dari seorang ayah.

Sean tanpa terasa sudah tumbuh sebagai seorang dewasa. Ia harus memulai hidup di dunia nyata ini. Dunia yang kejam, penuh dengan ketidakpastian , dikelilingi  orang-orang yang penuh kepalsuan dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. 

Hanya loyalitas dan kejujuran yg bisa menyelamatkan dia dari semua itu.

Saya sebagai ayah selalu mengatakan kepada dia , apa pun yang kita telah   lakukan, tidak pernak kita sesali. Karena kegagalan adalah pelajaran terbaik, keberhasilan adalah buah dari segala kegagalan.

Kesan dan pesan Ricardo Gelael ini amat dalam: kegagalan adalah pelajaran terbaik, keberhasilan adalah buah segala kegagalan. Kalau tidak pernah gagal, bagaimana tahu arti keberhasilan?

Apa falsafah hidup Sean

Filosofi hidup saya adalah selalu berupaya menjadi yang terbaik, seperti yang saya lakukan saat balapan. Untuk itu, saya suka bekerja secara sistematis dan memperhatikan detail-detail kecil dari awal sampai pekerjaan tuntas. Dan yang tak kalah penting, kita menyukai apa yang kita kerjakan. 

Apa yang Sean dapatkan setelah 16 tahun membalap?

Saya belajar banyak hal selama16  tahun membalap, mulai dari belajar disiplin dan bertanggung jawab, sampai bagaimana bekerja keras dan bekerja sama dengan tim. Saya juga mendapat pengalaman cara bekerja yang sistematis dan efisien, mengenali seluk beluk dunia motorsports mulai dari rally, gokart, hingga formula, termasuk bagaimana menghadapi media secara profesional. Selain itu, saya juga belajar banyak dalam menjaga kondisi tubuh melalui pola hidup sehat seperti yang dilakukan atlet profesional pada umumnya.

Apa yang Sean lekukan setelah berhenti membalap? 

Saya ingin membahagiakan keluarga, diri sendiri, dan orang-orang terdekat di bidang apa pun yang saya kerjakan, baik itu di dunia bisnis atau yang lainnya. Apa yang saya raih hari ini tentunya tidak lepas dari dukungan dan kepercayaan mereka. 

Filosofi hidup itu diungkapkan Sean Gelael tahun lalu, yang intinya ia menimba banyak pengalaman hidup selama mengikuti balapan yang cukup lama.

Sean yang dikenal sebagai pebalap yang rendah hati dan ramah, juga memiliki sesuatu yang paling inti dalam kehidupan, yaitu: Dalam hidupnya ia ingin membahagiakan orang di sekelilingnya,

Semoga perjalanan hidup Sean berjalan sesuai dengan yang diharapkannya. 

Selamat ulang tahun ke-25 Sean. (A.R. Loebis)

share :
Berita Dilihat Sebanyak 91 kali
Berita Lainnya

Foto
F3
17/10/2014
» Fia Formula 3 European Championship
- Hockenheim, Germany