HUT Ke-60 Ricardo Gelael, Moto Hidup dan Nasihatnya Pada Sean Gelael - Catatan A.R. Loebis -



SEANGP.com
(Jakarta) – “You are the motor to my life, the brakes to my problems, the fuel to my passion. Happy birthday”.

Frasa di atas diungkapan Sean Gelael ketika ayahandanya Ricardo Gelael berulang tahun ke-59 pada 13 Januari 2018, dirayakan di Raja Ampat, Papua Barat.

Kendati ungkapan pebalap nasional itu diutarakan 12 bulan lalu, namun kata-katanya tetap relevan ketika Ricardo kini genap berusia 60 tahun pada 13 Januari 2019.   Filosofi ucapan anak kepada ayah itu tidak lekang di panas dan tidak lapuk di hujan.

“Engkau merupakan penggerak dalam hidup saya, sebagai pemecah masalah saya dan sebagai bahan bakar untuk menggelorakan keinginan saya. Selamat ulang tahun Pa,” begitu kira-kira dikatakan Sean Gelael, membuat siapa pun yang menghayatinya akan merasa bergetar di dada.

Pada usia 60 tahun ini, Ricardo akan menyaksikan puteranya Sean Gelael bertarung lagi di ajang lomba Formula 2 2019, tetap bersama tim Prema Racing.

Hal paling mengesankan, pemuda berusia 22 tahun yang didukung Jagonya Ayam KFC Indonesia itu akan berpasangan dengan Mick, putera legenda F1 Michael Schumacher.  Kepastian ini sudah tertera dalam situs formula2.com.

Bagi Sean, musim laga 2019 akan menjadi musim keempatnya di ajang balap yang levelnya berada satu tingkat di bawah F1.

“Musim 2018 mungkin bukan balapan ideal bagi kami dan Sean. Namun, Sean menunjukkan semangat dan kapasitasnya. Musim 2019, kami tetap bersama dan mencoba membantu untuk mengerahkan potensi terbaiknya,” kata Bos Prema Racing, Rene Rosin.

“Terima kasih Tim Prema dan semua pihak yang memberikan saya kesempatan untuk sekali lagi membalap di Formula 2. Musim depan tentu saya berharap bisa mendapatkan hasil yang jauh lebih baik dari musim ini,” kata Sean.

Dalam situs Formula 2 disebutkan,  jadwal laga F2 2019 akan diawali di Sakhir pada 29 – 31 Maret, disusul di Baku 26 – 28 April, Barcelona 10 – 12 Mei, Monte Carlo 23 – 25 Mei, Le Castellet 21 – 23 JunI, Spielberg 28 – 30 Juni, Silverstone 12 – 14 JulI, Budapest  2 – 4 Agustus, Spa-Francorchamps 30 Agustus – 1 September, Monza 6 – 8 September, Sochi 27 – 29 September dan di Yas Marina 29 November – 1 Desember.

Ricardo Gelael didampingi Sean Gelael dan ibunda Rini Gelael ketika merayakan HUT Ricardo tahun lalu di Raja Ampat.

Pada balapan 2018, Sean menempati posisi ke-15 klasemen akhir dengan koleksi 29 poin, sedangkan rekan setimnya De Vries di posisi keempat, sementara tim Prema  Racing berada dalam urutan lima besar.

Cita-cita Sean

Sean Gelael ingin jadi pebalap tangguh, sama dengan yang diidamkan ayahanda Ricardo Gelael.

“Saya ingin ia nanti jadi pebalap tangguh,” kata Ricardo, ketika melihat mata Sean yang berbinar-binar saat menyaksikan ia tampil sebagai juara pada Kejurnas reli mobil di Palembang,  7-9 April 2006.

Ketika itu, Ricardo hanya ingin menunjukkan kepada puteranya bahwa ia merupakan pereli “beneran” dan niatnya itu menjadi kenyataan.




Sean Gelael siap tampil lagi pada ajang laga F2 2019 sebanyak 12 putaran. (f2)

Ricardo mulai lagi mengikuti laga reli mobil nasional pada 2005 setelah beberapa tahun istirahat. Ini tak lain tak bukan, karena Sean ingin menyaksikan ayahnya melaju di lintasan reli.

“Katanya Papa pereli mobil. Coba tunjukkan pada saya kalau benar-benar pereli,” kata Sean ketika itu.

Nah, cita-cita dan idaman ayah dan puteranya itu semakin mendekati kenyataan, karena musim laga F2 2019 ini akan menjadi batu loncatan paling menentukan bagi Sean untuk dapat melaju di laga F1.

Usai mengikuti test F1 bersama Toro Rosso di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, 27 November 2018, Sean melahap lap paling banyak dan tidak ada melakukan kesalahan.



Mick Schumacher, putera legenda F1 Michael Schumacher, teman setim Sean di Prema Racing pada laga F2 2019. (f2)

Team Principal Toro Rosso Franz Tost mengaku sangat puas dengan apa yang dilakukan Sean. “Cara mengemudi Sean jauh lebih baik ketimbang beberapa tes sebelumnya bersama kami. Data menunjukkan Sean melakukan perbaikan di sisi pengereman,” kata Tost.

Para pendukung Sean Gelael dan penggemar laga F2 dan F1, kini menantikan kiprah Sean dalam perlombaan F2 sepanjang 2019. Tentu saja diiringi doa agar pemuda handal itu dapat turun di ajang laga F1.




Ricardo Gelael paling kiri ketika mengikuti balapan puluhan tahun lalu. Di tengah Adiguna Sutowo dan paling kanan Chepot Hani Wiano. (arl)

Apa moto hidup Ricardo?

Moto atau semboyan hidup saya :  “Never die, keep on working. No luck without hard work.”

Orang sukses tidak akan berdiam diri seperti orang mati, melainkan harus tetap bergerak dan harus terus bekerja. Tidak ada keberuntungan tanpa dilakoni dengan bekerja keras.” Ini dikatakan Ricarado ketika dihubungi mimbar-rakyat.com sehari sebelum ia berusia 60 tahun.

Apa nasihat Ricardo pada Sean Gelael?

“Jangan pernah berhenti mendengar dan jauhkan kesombongan.”

“Terus belajar dan tampil penuh rasa percaya diri”

Itu kerap dikatakan Ricardo pada Sean sejak putera semata wayang itu turun di medan laga ketika Sean masih berlomba karting belasan tahun lalu. Tentu saja hingga sekarang. 

Selamat ulang tahun Pak Ricardo.  Selamat berlomba Sean. (ARL/WTO)

Berita Dilihat Sebanyak 62 kali
Berita Lainnya

Foto
F3
17/10/2014
» Fia Formula 3 European Championship
- Hockenheim, Germany